Hukum Tinggal dengan Orang Tua yang Menganut Kejawen

Pertanyaan:

bismillah. ustad, ana mau tanya bapak ana mash berbuat ksyirikan, belio menganut kejawen, salah satu ajaranya yakni percaya pada ruh pendahulunya dapat memberikan maslaht, mudhorot. petanyaannya,bolehkan ana tinggal satu rumah dengannya? apa nasehat antum ? barokallaahufikum

Jawaban:

Wafiyk baarokallah,

Tidak diragukan lagi Kejawen adalah kesyirikan dan kekufuran kepada Allah ta’ala. Kepercayaan mereka terhadap ruh nenek moyang yang dapat memberikan manfaat dan mudaharat juga termasuk kesyirikan. Ini menambah penjelasan hakikat kejawen yang telah ana jelaskan pada artikel:

Musibah Merapi Menyingkap Kesesatan Aliran Kebatinan (Kejawen)

Link: http://nasihatonline.wordpress.com/2010/11/10/musibah-merapi-menyingkap-kesesatan-aliran-kebatinan-kejawen/

Adapun hukum tinggal bersama orang tua yang seperti itu di negeri Muslim ini maka harus dirinci dalam dua keadaan:

Pertama: Jika Anda khawatir terpengaruh dengan kekafiran mereka, atau bahkan mereka memaksakannya kepada Anda, sehingga Anda tidak bebas dalam menagakkan Islam dalam diri Anda maka wajib bagi Anda untuk hijrah, tidak boleh tinggal bersama orang tua yang keadaannya demikian.

Kedua: Jika hal-hal tersebut tidak ada, maka tidak diwajibkan hijrah namun lebih utama kalau Anda hijrah.

Adapun nasihat ana adalah berusaha semaksimal mungkin, baik dengan tenaga dan harta untuk mendakwahi mereka dengan baik serta mendoakan mereka agar mendapat hidayah, dan tetap memperlakukan mereka dengan baik, karena Allah ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” [Luqman: 14-15]

Dan sebaik-baiknya bentuk bakti anak kepada orang tua adalah dengan mendakwahi mereka kepada hidayah Allah ta’ala.

Allahul Musta’an.

Sumber: http://nasihatonline.wordpress.com/tanya-jawab/#comment-2632

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s