Pemaparan Program oleh Para Puket


Pada hari Sabtu 29 Desember 2012 jam 16 WIB, saya mengadakan acara pemaparan program baik jangka pendek maupun jangka panjang dari para Pembantu Ketua di lingkungan STIE Canda Bhirawa Kediri. Undangan dilayangkan secara resmi kepada Puket dan kepada mahasiswa. Alhamdulillah acara berjalan lancar.

Sesi pertama adalah pemaparan program dari para Puket, dimulai dari Puket III (kemahasiswaan). Pada awal sambutan beliau mengatakan bahwa dari sejak STIE CB lahir (Tahun 1999) beliau selalu dipercaya jadi Puket. Selanjutnya beliau mengatakan bahwa acara seperti ini selalu dilakukan pada orientasi mahasiswa baru sehingga beliau hanya bercerita saja yang selalu di awali dengan kalimat “dari dulu……”
Pemaparan selanjutnya adalah Puket II (Keuangan dan Kepegawaian). Ceritanya sama, cuma ini lebih moderat, namun tetap aja kelihatan nadanya berat seperti menahan sesuatu.
Pemaparan terakhir adalah Puket I (Akademik), lha… ini baru program kerja, jangka pendek jelas, jangka panjang jelas. Diawali dari harus adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban, baik bagi mahasiswa, dosen, administrasi maupun yang lainnya yang berkaitan dengan akademik, pemaparan dilanjutkan program kerja jangka pendeknya adalah membenahi administrasi akademik yang masih kurang sesuai dengan jalurnya, baik kurikulum, dosen pengampu mata kuliah, dosen pembimbing akademik, dosen pembimbing dan penguji skripsi, serta mendudukkan kembali sesuatu kewenangan sesuai/melekat kepada jabatannya. Program jangka panjangnya adalah menjadikan mahasiswa STIECB memahami hakekat maha nya sehingga tidak minder untuk berbagi pengalaman dengan mahasiswa lain dari perguruan tinggi yang lain, khususnya dari sisi akademik.

Sesi kedua langsung dibuka dengan tanya jawab. Seperti biasa termin pertama dibuka untuk tiga pertanyaan. Pertanyaan pertama ditujukan kepada Puket III dari semester lima menanyakan masalah beasiswa peruntukannya untuk apa saja. Penanya kedua dari semester mempertanyakan sistem akademik kaitannya dengan KRS (SKS apa paket). Penanya ketiga dari semester lima (notabene Ketua BEM STIECB) bertanya tentang program kerja Puket III baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Kesempatan pertama untuk menjawab diberkan kepada Puket III. Jawaban yang diberikan Puket III bagi saya mengagetkan, dimulai dari kalimat “penanya kok kayak anak SMA yang harus ada rinciannya semua” Lho…… atau WOW gitu loh….. (saking kagetnya), dari kalimat dan nada bicaranya kelihatan sekali kalau beliau tidak suka dan terkesan marah, padahal pertanyaan itu sangat lumrah sekali (manusiawilah gitu) dan memang wajib untuk ditanyakan peruntukannya. Kan yang ditanyakan hanya perinciannya, apa susahnya, tinggal disampaikan aja sekian untuk ini, sekian untuk itu dan selanjutnya. Jadi ada kesan ditutup tutupi. Kagetnya lagi, soal akademik juga dijawab, lha…. itu kan bukan kapasitasnya, kenapa menjawab soal akademik, yang mencengangkan juga ternyata jawabannya “dari dulu……..”. Puket I (akademik) kan juga ada seharusnya tidak usah campur aduk begitu. Seharusnya pertanyaan penting dari Ketua BEM mendapatkan porsi yang banyak dan harus di dahulukan karena acara tersebut diadakan untuk pemaparan program kerja masing-masing Puket, sesuai dengan ini surat permohonan. Ternyata pertanyaan tersebut sama sekali tidak di jawab, buru-buru terima telpon dan keluar. Jadi kelihatan sekali baik Puket II maupun Puket III tidak siap, atau mungkin karena memang tidak punya program sama sekali. Hal ini bukan hanya saya suudzdzon, tetapi sejak 2009 saya ikut mengelola STIECB tidak ada satupun porgram yang sampaikan oleh para Puket, jadi hanya mengalir saja. Padahal ini kan organisasi pendidikan, output nya tergantung dari kualitas tidak hanya para pendidiknya saja tetapi semua civitas akademika STIECB, kan lucu sekelas Pembantu Ketua tidak mempunyai program, bahkan semua aturan yang diterapkan tidak ada hitam di atas putinya. Akhirnya saya menyebutnya dengan manajemen kasak-kusuk, karena hanya orang-orang tertentu saja yang tahu aturan tersebut dan tidak tertulis. Ketika ditanya, “dari dulu begitu eh”. Kalau dibiarkan terus, ini kan menyesatkan bahkan akan terjadi konflik internal yang berkepanjangan karena ada ketidak transparanan.

Pertanyaan akademik, dijawab oleh Puket I, dijelaskan satu persatu secara runtut, apa solusinya dan kapan solusi tersebut dapat diterapkan.
Lalu break untuk sholat maghrib.

Setelah sholat Maghrib tanya jawab dilanjutkan, tetapi herannya, Puket II dan Puket III tidak ada tanpa ada kabar. Tanya jawab tetap lanjut dengan dipandu langsung oleh Puket I, tentunya mendiskusikan yang berkaitan dengan akademik, karena Puket I juga tidak mau membicarakan diluar kademik karena bukan kapasitasnya.
Beberapa persoalan dan uneg-uneg yang selama ini terpendam disampaikan oleh mahasiswa, mulai dari sistem akademik, kapabilitas dosen (baik pengampu mata kuliah, dosen pembimbing dan penguji skripsi), kurikulum, KKN, program profesional, PKL sampai ke praktikum, semua dibahas secara transparan. Puket I menjanjikan solusinya pada akhir Januari 2013 sudah ada semuanya. Dijelaskan oleh Puket bahwa mulai Desember 2012, semua bentuk yang ada kaitannya dengan akademik, khususnya penentuan kurikulum (mata kuliah), dosen pengampu mata kuliah, dosen pembimbing dan penguji skripsi semua ditentukan oleh Kaprodi untuk dikoordinasikan dengan Puket I, Pengajuan judul skripsi langsung kepada Kaprodi sebagaimana lazim dilakukan disemua perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. Kedepan semua akan dibuatkan Standard Operasional Prosedur (SOP). Sekarang yang sudah ada dan sudah ditandatangani Ketua STIECB dan berlaku sejak 01 Desember 2012 adalah SOP Pembimbing Akademik, SOP Her Registrasi, SOP Penentuan Pengampu Mata KUliah, SOP Pembimbing dan Penguji Skripsi.
Jam 20.00 WIB tanya dijawab ditutup dengan harapan dari mahasiswa bahwa pertemuan seperti ini rutin dilakukan dan Puket I memberikan lampu hijau dengan menugaskan Kaprodi untuk mengkoordinirnya.
Semoga pertemuan itu bermanfaat untuk kemajuan STIE Canda Bhirawa ke depan. Aminnnnnn.

Advertisements
Gallery | This entry was posted in STIE Canda Bhirawa Kediri. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s