Ngebloglah. Urusan Anda menjadi Mudah


Sudah tertarik, tapi belum sempat atau memang belum disempatkan atau bhkan belum merasa butuh, itu penyakitnya kenapa belum bikin blog.

Pada suatu ketika ada tugas harus ke Jakarta menyelesaikan suatu masalah padahal hari itu jadwal ngajar. Rasa ingin tetap memberikan materi kepada mahasiswa membuat saya berfikir bagaimana caranya. ingat punya ingat, Alhamdulillah, kenapa tidak memanfaatkan jasa internet ya. Kepikir lewat facebook, email atau blog. Yang pertama dan kedua dah punya, yang ketiga sebenarnya juga sudah sih tapi gak pernah update. Akhirnya pilihan jatuh ke blog, dengan bantuan Mbah Google, jadilah blog yang dah lama di utak-atik lagi. Untuk memposting bahan harus buat ini dan itu, harus masuk sana dan sini. Tapi itulah tantangannya khususnya bagi mereka yang cepat bosan.

Seorang pengajar sangat dituntut sekali untuk berpikir kreatif dan dapat menyajikan hal-hal baru bagi anak didiknya. Apalagi jaman sekarang mahasiswa lebih kritis, bahkan dengan Mbah Google, mahasiswa bisa lebih tahu dan paham dari dosennya. Dari sanalah mulai terpacu untuk membuat hal baru bagi saya tentunya. Memang ada perasaan khawatir juga jangan-jangan mahasiswa dan pembaca tidak tertarik. Maklum konsep kepuasan itu kan bukan hanya buat pembuat sendiri, tetapi juga buat pembaca dan pengguna (mahasiswa khususnya). Akhirnya saya membuat blog yang berguna buat saya dengan tidak mengesampingkan keinginan orang lain.

Setelah satu minggu berlalu, ternyata ketagihan juga untuk membuat blog ini lebih menarik. hampir setiap haru mencari referensi mempercantik blog. Apalagi dapat jempol tidak sedikit dari mahasiswa dan rekan di facebook.

Ngeblog itu Menyenangkan ketika kita berhasil mencapai tahapan-tahapan yang membuat kita tersenyum puas. Dari hal-hal kecil sampai yang membuat rasa bangga. Namun jangan melupakan kata pepatah “Membangun lebih mudah daripada mempertahankan keberlangsunganny”. Untuk itu yang sedang saya coba :

1. Memahami diri dan kemampuan

Membangun blog tidak ubahnya menyalurkan apa yang ada dibenak kita tentang apa dan bagaimana kita menyalurkannya. Apa dan bagaimana inilah yang membutuhkan pemahaman dan kemampuan dari seseorang. Sering terjadi kita merasa takut dengan apa yang akan kita lakukan (tulis) dan akhirnya kita tidak melakukan apa-apa. Untuk itu tulislah (posting) mulai dari sesuatu yang menjadi pemahaman kita, jangan lupa minta saran kepada pembaca dan mawaslah dengan saran tersebut. Jadikan saran dan pendapat orang lain sebagai bahan selanjutnya.

2. Perluas Pergaulan

Dunia maya itu tak ubahnya adalah rumah kedua kita, bahkan mungkin bagi orang-orang tertentu merupakan “rumah” utamanya. Angan dan perasaan bercampur baur jadi satu menjadi sebuah aktualisasi diri. Dengan mempunyai rumah, orang akan mudah mengunjungi kita untuk sekedar bertamu atau bertukar pikiran meski sebenarnya tidak saling kenal secara fisik. Pergaulanpun bertambah luas disamping imbasnya kepada pengetahuan. Untuk itu, jangan menjadi seseorang yang “pelit” meski hanya sekedar berbagi sesuatu yang tidak istimewa.

3. Hargai Hasil Karya Orang Lain

Buah karya adalah sesuatu yang dapat dinilai dari orang tersebut. Berkarya artinya melakukan atau mengerjakan sesuatau sampai menghasilkan sesuatu yang menimbulkan kegunaan atau manfaat dan berarti bagi semua orang. Karya tersebut dapat berupa benda, jasa atau hal yang lainnya. Menghargai karya orang lain berarti menghargai dan menghormati suatu hasil atau buah dari pemikiran seseorang yang mempunyai kegunaan dan manfaat dan berarti bagi semua orang. Dengan semakin majunya teknologi, semakin maju pula kreatifitas orang untuk berkarya, bahkan tidak jarang yang plagiat.  Untuk itu sertakanlah nama atau link di bawahnya dari sumber yang kita sadur apabila kita menyadurnya.

Jika kita ingin jadi penulis besar, mulailah dengan hal yang kecil. Bolehlah ide itu terinspirasi dari tulisan orang lain (saya juga nggak menyangkal banyak tulisan saya terinspirasi dari tulisan orang) tapi saya kemudian mengolahnya dengan sudut pandang yang berbeda. Jadilah, sebuah ide yang sama dengan rasa yang berbeda.

4. Kontinyu posting

yang menjadi persoalan terbesar kita biasanya adalah masalah kontinyuitas. Untuk itu salah satu fungsi dari memahami diri dan kemampuan adalah tingkat kemampuan tersebut. Jika kita hanya mampu seminggu sekali ya seminggu sekali kita posting sembari menyiapkan posting minggu depannya.

Semoga bermanfaat, Bagaimana dengan Anda……

Advertisements
Gallery | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s